| CITY IMPACT TRAINING - Ngabang, Kalimantan Barat |
| Tuesday, 06 July 2010 15:08 | |
|
Adil ka talino, bacuramin ka suraga, basengat ka jubata . . . HARUS ! Ini adalah salam khusus di ngabang ketika seseorang menyampaikan sambutan dalam suatu acara resmi yang artinya Adil ke sesama, becermin ke Surga dan menyembah ke Tuhan. Ngabang yang adalah ibukota Kabupaten Landak merupakan salah satu daerah yang cukup subur, dengan jumlah penduduk sekitar 350.000 jiwa ( sensus 2010) dimana 90 % penduduknya beragama Katolik dan Kristen. Ini adalah anugrah tetapi sekaligus sebagai suatu tantangan bagi pemerintah dan masyarakat dalam membina, melatih Sumber Daya Manusia guna dapat mengelola dengan baik sumber daya alam yang luar biasa subur dan berlimpah di Kalimantan Barat. Demikian harapan dari Bupati yang disampaikan dalam sambutan yang diwakili oleh Asisten Dua Pemerintahan Kabupaten Landak ketika membuka acara City Impact Training yang diselenggarakan di Ngabang, pada tanggal 23 s.d 25 Juni 2010. Pelatihan yang dihadiri kurang lebih 150 orang yang sebagian besar adalah pemimpin, hamba Tuhan ini datang dari 8 kabupaten sekitar Ngabang, bahkan boleh dikatakan diikuti oleh hampir seluruh kabupaten di Kalimantan Barat. Peserta sangat antusias dengan training yang diadakan selama 3 hari ini. Pelatihan yang mengambil tema Datanglah KerajaanMu ini diisi oleh beberapa pembicara dan praktisi seperti Pdt. Tony Mulia (FasNas JDN) yang menyampaikan tentang Visi Kesatuan dan Gerakan Doa, Gereja yang Mentransformasi Kota, kemudian Pdt. Daniel Kusnindar mengenai Gereja Yang Memberkati Masyarakat, Pdt. Andrew Latuhihin menyampaikan Jejaring dan Fungsi Fasilitator. Berikut Ir. Sahat Purba menyampaikan teori dan pelatihan di bidang peternakan dan Pdt. Hiskia (JDS Semarang) menyampaikan mengenai Market Place sekaligus juga mempraktekkan cara pembuatan pupuk Pertanian dan terbukti ada perbedaan sawah dari orang-orang percaya dengan sawah milik orang lain. Di akhir pelatihan setiap kabupaten membuat action plan yang akan dilakukan sebagai follow up dari acara ini. Mereka berkomitmen untuk menjadikan Gerakan Doa dalam Kesatuan sebagai awal terwujudnya Transformasi di kota-kota. Selanjutnya, mereka yang sudah dilatih pada bidang pertanian dan peternakan ini akan mempraktekkan di lingkungan mereka dan juga akan melatih warga masyarakat agar dapat memanfaatkan lahan tidur di sekitar lingkungan mereka. Pelatihan ditutup oleh Pemerintah dan dilanjutkan dengan Perjamuan Kudus oleh Pdt. Agustinus Asun, S.Th Peserta : 150 orang (terdata 130) Gereja Lokal : 49 gereja Hasil : A. Gerakan Doa ;
B. Gerakan Memberkati Masyarakat
|
World Prayer Assembly
Latest News
- Sekilas Info SCHOOL OF PRAYER di Wamena
- Pra WPA 2012 Surabaya
- Pra WPA 2012 Ambon
- Mengapa Kita Harus Berdoa?
- Peranan Wanita Dalam Kegerakan WPA 2012
- Diciptakan Tuhan Untuk Menjadi Sangat Berguna
- Luar Biasanya Kuasa Kepedulian
- Sosialisasi WPA di Medan
- Manado, 8-9 Agustus 2011
- Sosialisasi WPA Youth Track di Batam diadakan dua hari dari tanggal 18-19 oktober 2011
- Seek My Face
- Rapat Kerja Nasional (Rakernas) JDW
- Flood in Bangkok
- Alami Muzijat Dalam Masa Sukar
- Kunjungan Dept/Track Mobilisasi Pra WPA ke Palembang
- Rakerda Papua







