|

31 Oktober – 3 November 2011, Mega Development Center, Gadog Acara Rakernas yang berlangsung di Gadog dihadiri oleh 187 orang wanita pengurus/fasilitator JDW dari 60 kota dan 25 regional di seluruh Indonesia. Puji Tuhan, secara luarbiasa Allah menyatukan hati ibu-ibu untuk sepakat dalam Deklarasi JDW yang berbunyi :
- kami bertekad melakukan visi, misi JDW sampai terjadi transformasi dalam segala bidang di seluruh Indonesia
- kami bertekad melaksanakan semua program kerja sehingga JDW menjadi berkat yang membawa kesejahteraan bagi kota kami masing-masing
- kami bertekad menjunjung tinggi nilai-nilai kebenaran Firman Tuhan untuk menjaga kesaksian hidup pribadi
- kami akan tetap setia pada jaringan dan tidak akan melibatkan diri pada organisasi masyrakat apapun
- kami akan memampukan diri membangun hubungan dan komunikasi antara pengurus sewilayah, seregional sampai nasional dan juga dengan pemerintah, gereja dan lembaga sevisi
Melalui acara demi acara, kesehatian para wanita dibangun antara lain : Hari I. 31 Oktober : Acara Pembukaan Terjadi perubahan mendadak karena ibu Krise Gosal terlambat (Jakarta-Bogor hujan besar) Jadi pk 16.00 wib acara dimulai dengan praise and worship dipimpin JDW DKI. MC ibu Yulien Pd Gede, WL. sdr Emi Petamburan, singer dan musik dari GBI Petamburan. Lanjut pk. 18.00 bp Toni Mulia membawakan sosialisasi WPA. (lampiran 1 film WPA ) Gelombang baru, Kerajaan Allah di bumi yang menjangkau seluruh dunia (United, connected, empowered). Peserta yang akan hadir di Jakarta berasal dari 241 negara dan secara bersamaan 200 kota diseluruh Indonesia akan menyelenggarakan acara serentak pada 17 Mei 2012 di 34 propinsi. Mengapa Indonesia terpilih sbg penyelenggara WPA, mengalahkan 4 kandidat lainnya yaitu Mexico, Argentina, Korea dan Afrika Selatan? Karena Indonesia sudah teruji dalam menangani bencana alam, banyaknya korupsi yang terbongkar, keberhasilan mengatasi krismon th 1998, dll. Baru sekitar pk 20.00 dengan iringan tari Betawi oleh remaja GBI Petamburan ibu Krise/Biro Wanita PGI hadir dan membawakan sambutan yang isinya tentang potret perempuan Indonesia yang ini merupakan panggilan perempuan Kristen. Konferensi Kartagena menuding wanita Asia (termasuk Indonesia) berperan merusak alam melalui limbah tas plastik yang secara alami baru hancur antara 25-50 tahun. Adapun Pemetaan 6 masalah wanita Indonesia terkini ialah : Hari II. 1 November 2011 Pk. 8 pagi setelah breakfast Ibu Pdt dr. Olly Mesach menyampaikan uraian Sehati Sepikir (Filipi 2:1 Pengkotbah 4: 9-12, Roma 12: 16, Yohanes 17: 27 Doa Imam Besar, Kisah 4: 23-31, Efesus 4: 16) Kesimpulan : bila ada kesatuan hati dan roh maka kita akan mengalami perkara2 dahsyat sebagai manifestasi karunia Allah untuk pembangunan dan persatuan tubuh Kristus. Presentasi Wilayah, mulai DKI, Banten, Jabar, Jateng, lampung, Aceh, Palembang, Sumbar, Sumut, Kalbar, Kalteng, Kaltim, Kalsel, Sulawesi, Bali, NTB, NTT, Maluku, Papua Barat dan Papua. Presentasi wilayah dibagi dalam 2 kesempatan yaitu pagi sebelum makan siang, dan siang-sore setelah sesi Ketajaman Diri (Pdt Sumarni dan Pdt Pieter Tarigan). Ada satu kesempatan seru sebelum makan siang adalah Foto Bersama. (Lampiran 4 a s/d g) Sesi Ketajaman Diri memberikan pemahaman tentang potensi seseorang dalam bekerjasama dalam tim, ada 4 variasi karakter yaitu Dominant – Influence – S teady- Complience. Semua punya kelebihan-keunggulan pribadi dan juga kekurangan untuk saling melengkapi satu sama lain(Lamp5) Presentasi wilayah dilanjutkan. Rangkuman hasil presentasi wilayah oleh Ibu Ruth Retnosari - Ibu Melany Lahidin. Malam hari ke2 ditutup dengan Konser Doa.
Hari III, 2 November 2011 Pagi pk 8 pagi Ibu Ruth Rahmat memberikan pujian dan Firman Tuhan “Setujuan” (lampiran6) Dilanjutkan Diskusi Wilayah dimana setiap regional didalam ruang kelas yang berbeda dengan dipandu mentor dari regional lain. Kegiatan ini mengambil waktu hingga jam makan siang. Sesi 9 Ed Silvoso: Perempuan, unik, berbeda dengan pria sebab diciptakan Tuhan melalui 2 kali proses (Kej 2: 7, 21-22), perempuan mrpk rahasia senjata Allah untuk memenangkan pertempuran rohani dan memenangkan dunia ini bagi kemuliaan Tuhan. Ilustrasi ibu penjual es krim di Thailand. Sesi 10 Bp Daniel Pandji memotivasi JDW melakukan yang terbaik sesuai talenta masing2 mulai dari hal kecil. Tantangan agar hati dimurnikan oleh Roh Kudus supaya ibu-ibu dapat menjadi berkat, saat ini diberi kesempatan memberkati JDWN dan terkumpul dana Rp 8.872.000 dan S$ 10,- Sesi Tanya jawab dipandu oleh Ibu Ruth Retnosari dan ibu Ruth Rahmat. Acara puncak hari ke3 adalah Malam Kesenian. Hari IV, 3 November 2011 Dimulai dengan Ibu Rina Nahuway “ Satu kasih satu jiwa” Kemudian pembacaan hasil diskusi wilayah, Action Plan 2012 Action Plan
- Pembenahan pengurus regional di beberapa tempat
- Panduan untuk melakukan pemetaan rohani
- Melaksanakan seminar pasutri sebelum WPA Mei 2012 dengan pembicara Ed Silvoso
- Mobilisasi WPA 2012
- Melaksanakan konferensi Doa Nasional (KDN) dan Lokakarya pada tahun 2013, untuk hal ini yang sudah siap sebagai Tuan Rumah ialah Bitung, Lampung dan Menado.

serta Ibadah Penutup dan Pengutusan (dipimpin pdt Andreas Soestono). Kesimpulan Rakernas 2011
- Tuhan melawat secara luarbiasa dalam Rakernas di Ciawi 31 Okt – 3 Nov 2011
- JDW tetap eksis. Yang matisuri akan dibangkitkan setelah Rakernas usai
- Api Tuhan sedang membakar para wanita dalam Jaringan Doa Wanita
- JDW akan mengembangkan sayap sampai seluruh daerah-daerah terjangkau
|