• Home
  • Jaringan Doa Nasional
  • Jaringan Doa Pemuda Nasional
  • Jaringan Doa Anak
  • Jaringan Doa Wanita
  • Jaringan Doa seKota
  • Contact Us
Alami Muzijat Dalam Masa Sukar
Tuesday, 04 October 2011 15:33

2 Raj 4:1-7

4:1 Salah seorang dari isteri-isteri para nabi mengadukan halnya kepada Elisa, sambil berseru: "Hambamu, suamiku, sudah mati dan engkau ini tahu, bahwa hambamu itu takut akan TUHAN. Tetapi sekarang, penagih hutang sudah datang untuk mengambil kedua orang anakku menjadi budaknya."

4:2 Jawab Elisa kepadanya: "Apakah yang dapat kuperbuat bagimu? Beritahukanlah kepadaku apa-apa yang kaupunya di rumah." Berkatalah perempuan itu: "Hambamu ini tidak punya sesuatu apa pun di rumah, kecuali sebuah buli-buli berisi minyak."

4:3 Lalu berkatalah Elisa: "Pergilah, mintalah bejana-bejana dari luar, dari pada segala tetanggamu, bejana-bejana kosong, tetapi jangan terlalu sedikit.

4:4 Kemudian masuklah, tutuplah pintu sesudah engkau dan anak-anakmu masuk, lalu tuanglah minyak itu ke dalam segala bejana. Mana yang penuh, angkatlah!"

4:5 Pergilah perempuan itu dari padanya; ditutupnyalah pintu sesudah ia dan anak-anaknya masuk; dan anak-anaknya mendekatkan bejana-bejana kepadanya, sedang ia terus menuang.

4:6 Ketika bejana-bejana itu sudah penuh, berkatalah perempuan itu kepada anaknya: "Dekatkanlah kepadaku sebuah bejana lagi," tetapi jawabnya kepada ibunya: "Tidak ada lagi bejana." Lalu berhentilah minyak itu mengalir.

4:7 Kemudian pergilah perempuan itu memberitahukannya kepada abdi Allah, dan orang ini berkata: "Pergilah, juallah minyak itu, bayarlah hutangmu, dan hiduplah dari lebihnya, engkau serta anak-anakmu."

Tanpa terkecuali, orang yang hidup didalam Tuhan atau orang yang hidup diluar Tuhan semua dihadapkan dengan persoalan, tetapi yang membedakan adalah orang yang hidup dalam Tuhan mereka punya pengaharapan kepada Tuhan namun sebaliknya orang yang diluar Tuhan ketika dihadapakan dengan masalah  mereka mulai kebingungan dan mulai hidup dalam depresi.

Ada satu kisah yang luar biasa yang bisa kita baca dalam dalam 2 Raj 4:1-7 kisah tentang “Minyak seorang janda”, Kisah yang dialami ibu janda ini sangat tragis, ketika suaminya meninggal, sisuami bukan meninggalkan warisan untuk istri dan anak-anaknya malah sebaliknya dia meninggalkan utang sebagai  warisan. Selanjutnya karena ibu ini tidak bisa membayar  hutangnya hampir saja kedua anaknya diambil menjadi budaknya sebagai bayaran atas hutang yang ditinggalkan si suami. Siapakah ibu yang ditinggal mati oleh suaminya? Saudara, ibu ini adalah isteri salah seorang nabi, yang artinya orang-orang yang hidup dalam lingkungan yang takut akan Tuhan, namun faktanya sekalipun keluarga ini adalah keluarga yang hidup dalam lingkungan yang takut akan Tuhan janda ini memiliki kesulitan yang besar. Keadaan ini menggambarkan bahwa sekalipun kita bergaul dekat dengan Tuhan dan tetap tinggal dalam lingkungan anak-anak Tuhan masalah tetap akan ada diperhadapkan dengan kita.

Saya bisa membayangkan betapa sukarnya keadaan yang dialami oleh ibu ini, juga perasaan yang sangat tertekan dan kesedihan yang sangat mendalam tentunya. Satu sisi biskah kita  membayangkan jika keadaan serupa kita yang mengalaminya? Tapi kisah diatas tidak berhenti pada kesedihan dan depresi yang berlanjut.  Ketika suami meninggal ibu janda tidak ada apapun harta yang ditinggalkan kecuali sebuah buli-buli berisi minyak. Kita mengenal dengan istilah “Happy Ending”, dan ibu ini mengalami yang namanya happy ending karena akhir daripada kisah diatas si janda ini bisa mengalami mujizat yang luar biasa dalam masa sukar yang dia alami dan akhirnya dia keluar dari kesukaran itu.

 

Ada 5 hal saya mau mengajak kita untuk merenungkan bagaimana supaya kita mengalami muzijat dalam masa sukar seperti yang dialami oleh ibu janda ini;

1. Memiliki respon yang benar

Bukti bahwa ibu janda ini memiliki respon yang benar ketika dia mengalami masa sukar besar, dia tidak lari mencari jalan pintas dengan caranya sendiri, tapi dia datang kepada seorang nabi yang bernama Elisa teman suaminya ketika suaminya masih hidup. Dengan kata lain ibu janda ini tetap ada dalam komunitas anak-anak Tuhan sekalipun dalam masa sukar. Betapa dahsyat Tuhan akan bekerja kalau kita tidak lari dari Tuhan, tidak lari dari komunitas anak-anak Tuhan sekalipun dalam keadaan yang sangat sukar. Bukti lain bahwa ibu janda ini memiliki respon yang benar, ketika dia dalam keadaan sukar dalam bacaan diatas dia tidak menyalahkan siapapun. Hari-hari ini ada satu penyakit yang muncul dibeberapa orang percaya, ketika Tuhan ijinkan dalam masa sukar mulai menyalahkan keadaan, mulai menayalahkan orang lain, mulai menyalahkan pemimpin bahkan menyalahkan Tuhan, sedikit sekali menyalahkan diri sendiri, namun ibu janda ini tidak seperti itu.

2. Berani terbuka dihadapan orang lain dan dihadapan Tuhan

Ibu janda ini ketika elisa tanya apa yang ada padamu, dia mulai terbuka dan dia berkata “aku tidak memiliki apa-apapun dirumah kecuali sebuah buli-buli yang berisi minyak”. Mari perhatikan dia mengatakan apa adanya, dia terbuka kepada abdi Allah yang bernama Elisa. Dia tidak berkata seperti ini “ Sebenarnya sih waktu suamiku meninggal dia meninggalkan sejumlah sertifikat kepada kami, dia meninggalkan sejumlah depositi, meninggalkan sejumlah lembar saham”. Tapi dia berkata apa adanya aku tidak punya apa-apa kecuali minyak dalam buli-buli. Betapa pentingnya hidup yang berani terbuka dan berani jujur untuk mengatakan apa adanya. Ada banyak hari-hari ini orang percaya yang tidak berani hidup terbuka dan berkata jujur apa adanya, terkadang cenderung menutup-nutupi sesuatu bahkan sebaliknya mengarang-ngarang yang tidak ada. Saudara kita dipanggil bukan sebagai pengarang tapi dipanggil untuk berani berkata fakta apa adanya.

3. Harus rela berani masuk dalam proses

Jujur, ada banyak hari-hari ini yang tidak rela masuk proses, maunya semua instan. Ketika ibu janda ini ditanya apa yang ada pandmu, lalu Elisa mulai menuntun ibu ini masuk dalam proses. Minta segala bejana-bejana kepada keseluruh tetanggamu, jangan terlalu sedikit. Perhatikan kata “jangan terlalu sedikit”, artinya kalau kita ada dalam kesukaran besar Tuhan juga mau melakukan mujijat yang besar. Ini adalah sesuatu yang paralel. Hubungan dengan bangsa yang kita alami, kalau hari ini banyak masalah-masalah besar yang dihadapi bangsa ini, sepanjang orang-orang percaya tetap berdoa dan melakukan apa yang bisa dilakukan , maka pemulihan yang besar juga pasti akan terjadi. Setelah ibu janda dan anaknya disuruh mengumpulkan segala bejana-bejana, proses berikutnya mereka disuruh untuk menutup pintu lalu menuang minyak yang ada dalam buli-buli itu ke seluruh bejana-bejana yang ada di rumah itu sampai seemuanya penuh. Saya tidak bisa bayangkan apa yang terjadi kalau ibu janda ini menolak tahapan proses yang suruh oleh Elisa, maka tentu pasti dia tidak akan mengalami mujijat yang besar seperti yang kita baca dalam pembacaan diatas.

4. Berani bayar harga

Ibu janda ini dia berani bayar harga, terbukti dia mau taat menuang minyak yang ada dalam buli-buli, dia tidak tahu apa yang akan terjadi ketika dia menuang minyak itu. Artinya didalam posisi harta yang satu-satunya dia berani bayar harga, dengan kata lain dia berani  menabur dalam masa-masa sukar yang dia alami.  Hari-hari ini ada kecenderungan sebagian orang tidak berani bayar harga atau tidak berani menabur dalam kekkurangannya. Sehubungan dengan konteks  kegerakan doa yang kita terus kerjakan sampai hari ini mari kita menjadi orang-orang yang mau dan berani bayar harga untuk melihat Indonesia berubah karena doa-doa kota, berani memberi waktu kita untuk berdoa terus juga berdoa dalam unity.

5. Memilki hati yang taat

Saya bisa memastikan ibu janda ini tidak akan mengalami mujijat yang besar dalam masa kesukaran yang besar yang dia alami. Kalau dia berkata “ah tidak ada  gunanya saya melakukannya, itu nasehat yang bodoh”, maka mujijat tidak akan pernah terjadi. Sadarkah kita bahwa setiap ketaatan kita selalu akan diikuti oleh mujijat dan pertolongan Tuhan. Karena ketaatannya Ibu ini mengalami mujijat yang besar seluruh bejana-bejana itu terrisi minyak dan akhirnya ibu janda ini lapor kembali kepada Elisa setelah mujijat terjadi, dan Elisa berkata “jual minya itu bayar hutangmu hiduplah dari sisanya”. Ini dahsyat sekali, karena ternya Tuhan tidak hanya menyelesaikan utangnya sehingga kedua anaknya tidak jadi diambil menjadi budak, tapi setelah utang selesai hidupnya pun terus dipelihara Tuhan.

 

Saudaraku ada banyak hal yang terkadang kita tidak mengerti terjadi dalam kehidupan pribadi, keluarga, pekerjaan, pelayanan bahkan bangsa ini, tapi satu hal yang harus tetap kita percayai, bahwa sampai hari ini Tuhan masih mau mengerjakan mujijatnya bagi kita didalam keadaan yang sangat sukar sekali pun, karena Dia berdaulat, Dia berkuasa dan Dia adalah Raja dan Tuhan atas semua yang ada. Mari tetap berharap dan mempercayai Dia.

Bersambung............................................

 

Pdt Aristarkus Joel Tarigan SH, PG.Dip.IS

Gembala GKKI Shalom

Ketua I Sinode Gereja Kristen Kudus Indonesia (GKKI)