• Home
  • Jaringan Doa Nasional
  • Jaringan Doa Pemuda Nasional
  • Jaringan Doa Anak
  • Jaringan Doa Wanita
  • Jaringan Doa seKota
  • Contact Us
Luar Biasanya Kuasa Kepedulian
Wednesday, 21 December 2011 14:58

Sesudah dilepaskan pergilah Petrus dan Yohanes kepada teman-teman mereka, lalu mereka menceriterakan segala sesuatu yang dikatakan imam-imam kepala dan tua-tua kepada mereka. 24 Ketika teman-teman mereka mendengar hal itu, berserulah mereka bersama-sama kepada Allah, katanya: "Ya Tuhan, Engkaulah yang menjadikan langit dan bumi, laut dan segala isinya. 31 Dan ketika mereka sedang berdoa, goyanglah tempat mereka berkumpul itu dan mereka semua penuh dengan Roh Kudus, lalu mereka memberitakan firman Allah dengan berani. Kisah 4:23-24; 31

Seperti yang Tuhan sudah tetapkan sejak awal, manusia diciptakan tidak dapat hidup seorang diri saja. Oleh karena itu, sebagai manusia kita pasti dari waktu ke waktu membutuhkan dukungan dari sesama. Ketika manusia tidak mendapatkannya, maka tidaklah mengherankan bahwa kisah orang bunuh diri selalu akan akan ada sebagaimana kisah ini sedang marak kembali. Banyak alasan yang menjadi penyebab orang melakukannya, tetapi satu hal yang pasti mereka tidak mendapatkan dukungan yang mereka butuhkan disaat yang terberat dalam kehidupan.
Namun, ketika kita mendapatkan dukungan yang kita perlukan ketakutan diganti dengan keberanian, keputusasaan diganti dengan semangat. Ini kita temukan dalam pembacaan ayat hari ini. Petrus dan Yohanes baru saja mendapatkan ancaman dari petinggi-petinggi bidang keagamaan Yahudi. Tetapi, bersyukur mereka mempunyai teman yang mendukung mereka. Ini dibuktikan bagaimana mereka dapat bercerita dan langsung mendapat dukungan yang terpenting yaitu DOA. Kita juga melihat bagaimana ketakutan mereka langsung berubah menjadi keberanian. Bahkan keberanian itu bukan saja menguasai Petrus dan Yohanes tetapi juga teman-teman yang peduli dan mendoakan. Itulah luarbiasanya kuasa kepedulian.

Membangun semangat kepedulian melalui bertolong-tolongan adalah hal yang Tuhan mau kita lakukan dalam kehidupan ini. Bukan saja karena orang lain membutuhkan , tetapi kita juga membutuhkan. Ini sesuai dengan perintah Firman, “Bertolong-tolonganlah menanggung bebanmu! Demikianlah kamu memenuhi hukum Kristus.” (Galatia 6:2). Di dalam rangka natal ini, mari kita bangun semangat kepedulian. Semangat kepeduliaan yang Yesus teladani dengan kedatanganNya di hari natal. Bila kita mempraktekkan ini maka kita akan melihat kesempurnaan dan keluarbiasaan kasihNya seperti yang dijanjikan dalam  1 Yohanes 4:12 mengatakan,  “Tidak ada seorang pun yang pernah melihat Allah. Jika kita saling mengasihi, Allah tetap di dalam kita, dan kasih-Nya sempurna di dalam kita.”

(penulis: Pdt. John Chandra – Gembala GPKdI & Ketua Fasilitator JDS Jakarta Barat )